BUTON- Usaha Bupati Alvin Akawijaya Putra SH kembalikan kemasyhuran aspal Buton sekarang mencatat perolehan positif.
Sesudah Bupati menggerakkan pendayagunaan aspal Buton di aktivitas internasional pertemuan on infrastruktur (ICI) yang diadakan pada 11- 12 Juni 2025 di Jakarta internasional Convention center (JICC) Rabu Pagi 11 Juni 2025
Lantas, Alvin mendatangkan Menteri Tugas Umum (PU) Ir. Dody Hanggodo, MPE, Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ir. Ridwan Bae, Anggota Komisi XIII DPR RI H. Ali Mazi, S.H berkunjung satu diantara perusahaan tambang Aspal Buton di Kecamatan Lasalimu pada Minggu, 13 Juli 2025 kemarin.
Sekarang, di bawah pimpinan Bupati Alvin Akawijaya Putra, aspal Buton masuk daftar 18 project vital zaman Prabowo.
18 project hilirisasi di bidang energi sudah siap dikerjakan. Keseluruhan investasi pada 18 project hilirisasi itu capai US$ 38,63 miliar atau sama dengan Rp 618,13 triliun.
Project itu tertera dalam document pra-studi kelaikan atau feasibility studi (pra-FS) project fokus hilirisasi dan ketahanan energi nasional oleh Kepala Satuan tugas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Bahlil Lahadalia ke Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani di dalam kantor kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Perincian project hilirisasi itu ialah, 8 hilirisasi mineral dan batu bara (minerba), 3 hilirisasi pertanian, 3 hilirisasi kelautan dan perikanan, 2 hilirisasi peralihan energi, dan 2 hilirisasi ketahanan energi.
“18 project yang siap pra FS. Dengan keseluruhan investasi sebesar USD 38,63 miliar, atau sama dengan Rp 618,3 triliun. Ini di luar ekosistem battery mobil,” kata Bahlil.
Bahlil menjelaskan, document itu telah lewat beragam proses pengkajian, termasuk mengikutsertakan akademiki, pebisnis, dan partner tehnologi. Dia menjelaskan document itu belum prima, karena itu pembaruan study diberikan ke Danantara sebagai eksekutor khusus project
“Memang ini belum prima, namanya saja pra-FS. Tentunya untuk pembaruannya ini, kita berikan ke Danantara, karena Danantara yang punyai uang untuk lakukan pembaruan,” kata Bahlil.
“Jadi demikian diberikan pra-FS, silakan beberapa teman Danantara untuk lakukan pengkajian, kelak team kami Pak Rosan akan sama dengan Danantara untuk sama jika ada informasi apa yang masih belum atau semua jenis yang kita kasih . Maka Satuan tugas akan menolong semua proyeknya,” jelas Bahlil.
Berikut Daftar 18 Project Hilirisasi itu:
Industri Smelter Aluminium (Bauksit) yang ada di daerah Mempawah, Kalimantan Barat dengan nilai investasi Rp 60 triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 14.700 karyawan
Industri DME (batu bara) yang ada di Bulungan, Kutai Timur, Kota Baru, Muara Enim, Pali, Banyuasin dengan nilai investasi Rp 164 triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 34.800 karyawan.
Industri aspal yang ada di Buton, Sulawesi Tenggara dengan nilai investasi Rp 1,49 triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 3.450 karyawan.
Industri Mangan Sulfat yang ada di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan nilai investasi Rp 3,05 triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 5.224 karyawan.
Industri Stainless Steel Slab (Nikel) yang ada di Teritori Indutri Morowali, Sulawesi tengah dengan nilai investasi Rp 38,4 Triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 12.000 karyawan.
Industri Cooper Rod, WIre dan Tube (katoda tembaga) yang ada di Gesik, Jawa Timur dengan nilai investasi Rp 19,2 triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 9.700 karyawan.
Industri Besi Baja (Pasir Besi) yang ada di Kabupaten Sarmi, Papua dengan nilai investasi Rp 19 triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 18.000 karyawan.
Industri Chemical Level Alumina (Bauksit) yang ada di Kendawangan, Kalimantan Barat dengan nilai investasi Rp 17,3 triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 7.100 karyawan.
Industri Olresin (Pala) yang ada di Kabupaten Fakfak, Papua Barat dengan nilai investasi Rp 1,8 triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 1.850 karyawan.
Industri Oleofood (Kelapa Sawit) yang ada di KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur (MBTK) Rp 3 triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 4.800 karyawan.
Industri Nata de Coco, Medium-Chain Triglycerides (MTC), Coconut Flour, Activated Carbon (Kelapa) yang ada di Teritori Industri Tenayan, Riau dengan nilai investasi Rp 2,3 triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 22.100 karyawan.
Industri Chlor Alkali Plant (Garam) di Aceh, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Riau, Banten, dan NTT dengan nilai transaksi bisnis Rp 16 triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 33.000 karyawan.
Industri Fillet Tilapia (Ikan Tilapia) di Banten, Jawa Barat, Jawa tengah, dan Jawa Timur dengan nilai investasi Rp 1 triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 27.600 karyawan.
Industri Carrageenan (Rumput Laut) di Kupang, NTT dengan nilai investasi sejumlah Rp 212 miliar. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 1.700 karyawan.
Oil Refinery di Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung, Bima, Ende, Makassar, Donggala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara dan Fakfak dengan nilai investasi sejumlah Rp 160 Triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 44.000 karyawan.
Oil Penyimpanan Tanks di Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung, Bima, Ende, Makassar, Donggala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara dan Fakfak dengan nilai investasi sejumlah Rp 72 triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 6.960 karyawan.
Modul Surya Terpadu (Bauksit dan Silika) di Teritori Industri Tangkai, Jawa tengah dengan nilai investasi Rp 24 triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 19.500 karyawan.
Industri Boavtur (Used Cooking Oil) di KBN Marunda, Teritori Industri Cikarang dan Teritori Industri Karawang dengan nilai investasi Rp 16 triliun. Project ini diprediksi akan membuat lapangan pekerjaan sampai 10.152 karyawan.