Pasarwajo: Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buton mengadakan Permufakatan Wilayah (Musda) ke-V dengan mengangkat topik “Pengokohan Dasar Alih bentuk Organisasi DWP Ke arah Indonesia Emas 2045”. Aktivitas ini diadakan di Aula Kantor Bupati Buton dan dibuka dengan sah oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Wilayah Kabupaten Buton, La Ode Syamsudin, sebagai wakil Bupati Buton.
Dalam sambutannya, Pj Sekda sampaikan animo ke semua anggota DWP atas pengabdian mereka dalam memberikan dukungan program pemerintahan lewat beragam aktivitas sosial, pendidikan, dan pendayagunaan wanita.
“Aktivitas ini menjadi momen vital untuk perkuat peranan dan kontributor DWP dalam pembangunan wilayah dan nasional. Komunitas permufakatan semacam ini penting dalam dinamika organisasi,” katanya.
Selanjutnya, dia mengutamakan jika topik Musda memiliki kandungan empat keyword penting: pengokohan dasar, alih bentuk, organisasi DWP, dan Indonesia Emas 2045, yang perlu diterapkan dalam pengokohan susunan dan semangat organisasi di depan.
Dalam pada itu, Rahmatia Syamsudin, istri dari Pj Sekda Kabupaten Buton, yang susunan semestinya memegang sebagai Ketua DWP Kabupaten Buton, sampaikan jika dianya tidak bisa aktif dalam pengurusan DWP karena memegang sebagai Ketua KPU Kabupaten Buton, sesuai ketetapan hukum dan etik.
“Sebagai pelaksana negara, saya jangan terturut di dalam organisasi baik memiliki badan hukum atau tidak. Tetapi saya yakin Ibu-ibu DWP Buton sanggup bawa organisasi ini sejajar dengan DWP kabupaten/kota yang lain di Sultra,” ucapnya.
Dia memperjelas bakal ada figur yang dipilih untuk sebagai wakil sebagai Ketua DWP Kabupaten Buton, dan menggerakkan semua anggota DWP untuk selalu bersinergi dengan Pemerintahan Wilayah dalam memberikan dukungan misi serta visi pembangunan.
Musda ke-V ini didatangi oleh semua perwakilan DWP dari beragam Organisasi Piranti Wilayah (OPD) cakupan Pemda Buton, dengan keinginan hasilkan pengurusan baru yang sanggup jalankan jadwal organisasi secara progresif dan berkesinambungan ke arah 2045.