BUTON UTARA, – Pendidikan watak sisi esensial membuat anak kuat dan angkatan berkilau ke arah Indonesia Emas 2045.
Ini dikatakan perwakilan Kepala Sekolah TK/PAUD Kecamatan Kulisusu Utara, saat dialog bersama Bunda PAUD Buton Utara, Suhaemi Sudia Afirudin, di Aula Dinas Pendidikan Nasional (Diknas), Selasa (5/8/2025) pagi.
Perwakilan Kepala Sekolah TK/PAUD, mengharap Bunda PAUD dan PKK menjadi pendorong pengajar watak semenjak umur dini di Buton Utara.
Menyikapi ini, Suhaemi Sudia Afirudin, menjelaskan pendidikan watak memang penting, tetapi tidak seluruhnya diberikan pada pihak sekolah, karena ini adalah pekerjaan bersama-sama.
Menurut dia, watak harus diawali dari rumah, karena itu ialah madrasah pertama beberapa anak.
“Ini hari harus dianggap kita tidak punyai waktu untuk menyempatkan diri menceritakan dengarkan keluhan beberapa anak karena aktivitas orangtua,” tutur Suhaemi.
Diterangkan, tanggung-jawab orangtua dalam pembangunan watak anak harus dilaksanakan berbentuk riil, memberi perhatian lebih, contohnya jangan dilalaikan untuk merengkuh beberapa anak, dengarkan curhatan hati beberapa anak, karena pembimbingan watak harus diawali dilaksanakan dari rumah.
“Saya minta ke kita yang tetap mempunyai anak supaya tiap pagi memberi lihat ke beberapa anak kita, termasuk dalam soal pemakaian handphone harus di pantau,” imbaunya.
Kata Suhaemi, ini harus disosialisasikan bersama, intinya dikatakan ke orangtua supaya berlaku tegas.
“Di dalam rumah itu ada namanya quality time, satu diantaranya contohnya saat kita mempunyai waktu dengan bagian keluarga, jangan dahulu ada yang bermain smartphone intinya saat makan, ada saat-saat tertentu untuk kita beri mereka karena itu sisi dari pengenalan tehnologi,” ucapnya.
Bila ini tidak dilaksanakan, kata Suhaemi, akan memengaruhi kualitas servis dan kesuksesan pendidikan terutama watak di lingkungan keluarga.
Suhaemi, mengingati supaya orangtua tidak biarkan beberapa anak cari jawaban secara googling. Ini kelihatan kecil, tetapi harus diaplikasikan sebagai sisi dari pendidikan watak.
“Mulai saat ini membuka diri dan membuka waktu ke beberapa anak kita untuk memberi kasih-sayang, dengarkan keluhan mereka, jangan dibiarkan beberapa anak kita cari kenyamanan di luar,” ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Buton Utara, Kusman Surya, menambah pembimbingan psikis dan religius ke anak penting.
“Secara tidak resmi telah dikatakan bunda paud, tapi secara resmi ini harus kita lakukan,” kata Kusman Surya.
Kadang-kadang kata Kusman, datangkan penyuluh agama untuk anak.
“Ini harus kita kerjakan, pekerjaan tenaga pengajar selain mencerdaskan mereka mempunyai pekerjaan Lex specialis,” katanya.
Ini dipandang perlu diaplikasikan, karena membuat karakter anak, penempatan dasar pertama ada di PAUD.